AGROINFORMATIKA

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM ASPEK PEMBANGUNAN PERTANIAN
(BENI DESPRIWANTORO 1525010214)
Indonesia merupakan Negara agrari dengan sumber daya alam yang tinggi, sehingga potensi pertanian di Indonesia sangat mendukung. Indonesia juga terbentang pada garis khatulistiwa yang memiliki iklim tropis, kelimpahan sinar matahari yang cukup, tingkat kelembaban udara yang ideal, serta budaya masyarakat yang mencintai keanekaragaman hayati. Indonesia pun menjadi lirikan bagi negara-negara asing terutama pada sektor pertanian
Sektor pertanian memainkan peranan penting dalam perekonomian di negara berkembang. Ada beberapa peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi antara lain.
  1. Sebagai penyedia pangan,  
  2. Sebagai sumber tenaga kerja bagi sektor perekonomian lain,
  3.  Sebagai sumber kapital bagi pertumbuhan ekonomi modern khususnya dalam tahap awal pembangunan, 
  4.  Sebagai sumber devisa dan
  5.  Masyarakat pedesaan merupakan pasar bagi produk yang dihasilkan dari sektor industri di perkotaan.
Secara tradisional, peranan pertanian dalam pembangunan ekonomi hanya dipandang pasif dan sebagai unsur penunjang semata. Berdasarkan pengalaman historis dari negara-negara barat, apa yang disebut sebagai pembangunan ekonomi identik dengan transformasi struktural yang cepat terhadap perekonomian, yakni dari perekonomian yang bertumpu pada kegiatan pertanian menjadi industri modern dan pelayanan masyarakat yang lebih kompleks. Jadi, peran utama pertanian hanya dianggap sebagai sumber tenaga kerja dan bahan-bahan pangan yang murah demi berkembangnya sektor-sektor industri yang dinobatkan sebagai ”sektor unggulan” dinamis dalam strategi pembangunan ekonomi secara keseluruhan (Setyowati, 2012).
   Penyuluhan sebagai proses pembelajaran (pendidikan nonformal) yang ditujukan untuk petani dan keluarganya memiliki peran penting di dalam pencapaian tujuan pembangunan bidang pertanian. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai komunikator pembangunan diharapkan dapat bermain multiperan, sebagai guru, pembimbing, penasehat, penyampai informasi dan mitra petani. Oleh karena itu, peningkatan kinerja PPL sangat penting di dalam mempertahankan kelangsungan program penyuluhan di tingkat lapangan. Hal ini erat kaitannya dengan motivasi dan kepuasan kerja yang dapat diperoleh oleh penyuluh. Beberapa studi tentang penyuluh mengemukakan bahwa kinerja mereka relatif rendah. Rataan pekerja yang termotivasi akan menggunakan 80-90% kemampuan dalam bekerja dan mereka yang tidak termotivasi hanya memakai 20-30% kemampuannya dalam bekerja. Ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang dalam bekerja: Pertama adalah faktor intrinsik meliputi unsur prestasi, pengakuan, pekerjaan, dan tanggung jawab. Kedua adalah faktor ekstrinsik meliputi administrasi dan kebijakan, supervisi, gaji dan imbalan, hubungan interpersonal, kondisi kerja dan status (S. Hubeis, 2007).
            Pengertian Teknologi Informasi menurut ITTA (Information Technology Association of America) adalah suatu studi, perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, terkhususnya pada aplikasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Teknologi informasi memanfaatkan komputer elektronik dan perangkat lunak komputer untuk mengubah, menyimpan, memproses, melindungi, mentransmisikan dan memperoleh informasi secara aman. Tujuan Teknologi Informasi adalah untuk memecahkan suatu masalah, membuka kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan pekerjaan. Jadi, dapat dikatakan karena dibutuhkannya pemecahan masalah, membuka kreativitas dan efisiensi manusia dalam melakukan pekerjaan, menjadi penyebab atau acuan diciptakannya teknologi informasi. Adanya teknologi informasi membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan efisien (Ali, 2015).
            Pengembangan teknologi sangat berpengaruh sekali untuk menghasilkan efek-efek yang sinergis dalam menumbuhkan pertanian. Misalnya untuk membantu para petani indonesia yang mengolah lahannya dengan cara-cara tradisional dan belum menggunakan teknologi yang tinggi, para peneliti harus mencari cara apa dan teknologi informasi komunikasi apa yang cocok diterapkan dalam pertanian di masyarakat indonesia sehingga nantinya akan meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka. Intinya, para peneliti maupun yang bergelut dalam bidang pertanian dapat menciptakan suatu teknologi informasi dan komunikasi untuk bidang pertanian (informatika pertanian) yang dapat digunakan secara bersama meningkatkan kompetensi dan kemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi pengembangan bidang pertanian dalam arti luas di Indonesia.
Adanya dukungan teknologi informasi dan komunikasi serta peran aktif berbagai institusi pemerintahan maupun non pemerintahan (swasta dan LSM) dan masyarakat, jaringan informasi bidang pertanian di tingkat petani diharapkan dapat diwujudkan. Tetapi, para petani di indonesia sering sekali untuk mengakses teknologi yang ada yang telah dikembangkan oleh berbagai peneliti. Oleh karena itu, diperlukan adanya peran penyuluh pertanian yang dapat mensosialisasikan penggunaan teknologi yang dapat membatu dalam pengelolaan usahatani mereka sehingga nantinya akan menciptakan suatu usahatani yang lebih produktif.
Teknologi informasi sangat penting peranannya dalam penyuluhan pertanian yaitu:

  1. Penggunaan teknologi informasi (TI) dalam dunia penyuluhan pertanian adalah untuk menyampaikan informasi secara langsung dan pengetahuan yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam membuat keputusan sehingga dengan menggunakan teknogi informasi yang ada seperti saaat ini para petani mudah untuk menerima informasi-informasi yang diberikan oleh para penyuluh.
  1. Dengan menggunakan teknologi informasi dalam penyuluhan dapat membantu menyelaraskan antara hasil pertanian dan kebutuhan pasar, serta menuju tercapainya perbaikan kualitas, produktifitas, dan meningkatkan pendeteksian harga.
            Selain memberikan informasi, teknologi informasi juga dapat membantu jalannya penyuluhan pertanian. Zaman sekarang ini, tidak ada kegiatan yang tidak menggunakan teknologi walaupun teknologi hanya sekedar mencari informasi untuk diri sendiri ataupun mencari informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat. Sejak menggunakan teknologi sebagai media informasi bagi petani, aktivitas penyuluhan pertanian menjadi berubah. Selain informasi yang disampaikan menarik yang dapat menumbuhkan motivasi juga kegiatan banyak dilakukan langsung oleh petani itu sendiri sehingga menimbulkan kedisiplinan terhadap diri petani itu sendiri. Adanya teknologi yang digunakan dalam penyuluhan pertanian diharapkan dapat meningkatkan layanan penyuluhan pada aktivitas petani dalam menyediakan inovasi pertanian yang semakin advance dan membantu petugas penyuluhan pertanian dengan memainkan peran yang mengkoordinasi unsur pertanian di daerah agar dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak atau otoritas terkait.

Kesimpulan
            Seorang penyuluh profesional tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi penyuluhan, tetapi harus mempunyai kecakapan dalam penyiapan materi dan penyampaiannya. Penyuluh Pertanian sebagai agen perubahan harus bisa berfungsi juga sebagai fasilitator dalam perubahan sikap petani sebagai pelaku utama dan sekaligus pelaku usaha dalam hal menyampaikan informasi apapun yang berkaitan dengan pertanian melalui teknologi informasi. Oleh karena itu, terlebih dahulu seorang Penyuluh sebelumnya harus bisa dan mampu menguasai teknologi informasi.
Teknologi Informasi berasal dari dua kata yakni Teknologi berarti pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang mempermudah pekerjaan manusia dan Informasi yang berarti hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian atau penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya.
Dampak positif dari perkembangan teknologi informasi kita dapat menjangkau lebih jauh dengan adanya internet, kita dapat menjangkau lebih jauh di semua belahan dunia.
Sedangakan dampak negatif dari perkembangan taknologi informasi adalah malas. Malas satu dampak yang paling besar dalam dunia pendidikan yakni menjadikan pelajar malas untuk mengerjakan tugas. Karena dengan adanya internet, pelajar akan dimanjakan dengan komputer. Pelajar akan lebih senang di depan komputer, daripada mengerjakan tugas mereka.
Teknologi informasi berpengaruh dalam bidang pertanian untuk mempermudah proses pemasaran hasil pertanian, melakukan penyuluhan, membentuk jaringan antar petani dan masih banyak lagi.


           


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS AKHIR PRAKTIKUM DPPW

Dasar Perencanaan Pembangunan Wilayah